by

SEJARAH ORGANISASI RIFA’IYAH

-Sejarah-110 views

A. TAHUN BERDIRI

Rifa’iyah sebagai Organisasi Kemasyarakatan Islam baru didirikan pada tanggal 25 Desember 1991. Yaitu pada saat ulama dan cendekiawan Rifa’iyah menyelenggarakan Silaturahmi Nasional Pertama di komplek Pondok Pesantren Al-Ishlah Jungjang mendeklarasikan berdirinya Rifa’iyah-Tarajumah.

Sebelum itu, pada tahun 1965, Rifa’iyah merupakan lembaga Yayasan yang berpusat di Pemalang dan berdiri cabang-cabang dan ranting di Kabupaten/Kota. Tokoh-tokoh pendiri sekaligus pengurus pusat Yayasan Pendidikan Islam Rifa’iyah (Yasrif) ialah pa Carbin, pa Ramli, Achmad Chambali, Mohammad Nasir, Solechan, Ali Hadji Abdurachim, Thoha dan Abdullah Thohir. Mereka adalah ulama muda Rifa’iyah yang memiliki semangat untuk melestarikan perjuangan dakwah KH Ahmad Rifa’ie. Dengan berdirinya Yayasan tersebut, Rifa’iyah telah memiliki badan hukum yang sah dan legal walaupun masih terbatas.

B. LATAR BELAKANG

Organisasi Rifaiyah lahir terinspirasi hasil Seminar Nasional “Mengungkap Pembaharuan Islam Abad XIX Gerakan Kiyai Haji Ahmad Rifa’ie, kesinambungan dan perubahannya” yang diselenggarakan di Balai Kajian Sejarah Yogyakarta tanggal 12–13 Desember 1990 dan semangat Festival Istiqlal 1991 di Jakarta.

Seminar Nasional diselenggarakan oleh Jama’ah Rifa’iyah, Jurnal Ilmu dan Kebudayan Al-Qur’an, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, dan Masyarakat Sejarawan Indoneia Cabang Yogyakarta. Seminar selama 2 (dua) hari, dihadiri 200 peserta, dari basis Rifa’iyah, ormas Islam, Perguruan Tinggi dan Ulama Pondok Pesantren, termasuk KH Ma’mur Noor dari Cirebon. Nara sumber, antara lain Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo (pakar sejarah), Dr. Kuntowidjojo (dosen UGM), Drs. Tasyhadi (Kepala Balai Kajian Sejarah Yogyakarta), Adabi Darban, MA (dosen UGM), Dr. Simuh (Rektor IAIN Suka), Drs. Hasyim Asy’ary, MA (dosen UGM), H. Karkono Kamadjaya Partokusumo (Budayawan), Drs. Anhari Basuki, SU (dosen Undip), Drs. Wasyim Bilal (Budayawan), Drs. Amaluddin, MS (dosen Undip), Drs. Musa Al-Asy’ari (dosen IAIN Suka), dan Drs. Marzuki Rasyid (Dekan Fak Syari’ah IAIN Suka). Nara sumber internal antara lain Drs. Mukhlisin Muzarie, Drs. Mursidin Romli, Drs. Slamet Siswadi dan Chaeruddin Hasbullah.

Keputusan penting dari Seminar tersebut menyimpulkan, pertama bahwa ilmu ushul, fikih, tasawuf yang diajarkan oleh KH Ahmad Rifa’ie dalam kitab-kitab Tarajumah sesuai faham Ahlussunnah Waljamaah yang dikenal di pondok-pondok pesantren di Indonesia. Kedua merekomendasikan agar warga Rifa’iyah mendirikan organisasi sebagai wadah perjuangan melestarikan dakwah Syekh Ahmad Rifa’ie. Ketiga merekomendasikan agar jamaah Rifa’iyah mengusulkan KH Ahmad Rifa’ie dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Sedangkan Festival Istiqlal di Jakarta, warga Rifa’iyah menampilkan berbagai karya KH Ahmad Rifa’ie dan kebudayaan Jawa berupa Terbang. Terbang Jawa dari Wonosobo dengan tembang berupa syarat-syaratan ditampilkan di arena Festifal di Jakarta.

Dalam Festival Istiqlal itu warga Rifa’iyah membuka stand selama 5 (lima) hari dengan membagi-bagikan brosur berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia kepada para pengunjung. Stand Rifa’iyah setiap hari dikunjungi ribuan orang dari dalam dan luar negeri sehingga nama Syekh Ahmad Rifa’ie Al-Jawi dikenal oleh masyarakat luas. Secara keseluruhan kegiatan tersebut menginspirasi berdirinya organisasi Rifaiyah sebagai wadah perjuangan untuk melestarikan dakwah dan pendidikan Syekh Ahmad Rifa’ie.

Jama’ah Rifa’iyah sesungguhnya telah mengajukan Makalah tentang pemikiran dan gerakan KH Ahmad Rifa’ie Al-Jawi kepada Panitia Simposium, tetapi karena banyaknya makalah yang masuk, terutama dari Daerah Jawa Timur, DIY dan Daerah luar Jawa bekas Kesultanan, maka Makalah tentang Pemikiran dan Gerakan KH Ahmad Rifa’ie tersebut tidak sempat dibacakan.

C. PENDIRI RIFA’IYAH

Seperti dijelaskan di atas bahwa Rifa’iyah didirikan oleh Ulama dan Cendekiawan Rifa’iyah dalam Silaknas yang diselenggarakan di Cirebon tanggal 25 Desember 1991. Tokoh-tokoh pendiri antara lain KH Ali Munawir Ridwan, KH Muhammad Saud Al-Arba’ie, KH Ahmad Sadzirin Amin, KH Rois Yahya Dahlan, KH Hakamuddin Halali, KH Ali Nahri, Hasyim Asy’ari, MA, dan Drs. Mukhlisin Muzarie. Kemudian dikukuhkan oleh Notaris Haji Junaedi Sarjana Hukum Notaris Kabupaten Kendal pada tanggal 5 Maret 2007 dengan mencantumkan nama-nama penghadap/pendiri yaitu KH Ali Munawir Ridwan, KH Ahmad Sadzirin Amin, H. Mukhlisin Muzarie, KH Ali Nahri, H Abdul Cholik dan H Abdul Jamil Kendal.

Sebelumnya, pada tahun 2004 Rifa’iyah telah didaftarkan di Kementerian Dalam Negeri dan diperpanjang pada tanggal 1 April 2009 hingga berlaku sampai dengan tahun 2013. Kemudian pendirian Badan Hukumnya disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tangal 15 September 2015. Dengan demikian Rifa’iyah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam telah legal dan berbadan hukum.

D. ASAS, AQIDAH DAN SIFAT

Organisasi Rifa’iyah berasaskan Pancasila, ber’aqidah Islamiyah, berhaluan Ahlussunnah wal-Jama’ah dan bersifat social keagamaan.

E. VISI, MISI, DAN TUJUAN

V i s i

Islam kamil. syamil, lugas, tegas, mudah difahami dan mudah diamalkan, sesuai ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah dan wawasan ke-Indonesia-an.

M i s i

  • Membangun pesantren memadu system pendidikan salaf dan system pendidikan modern.
  • Menyelenggarakan pengajaran Al-Qur’an, pengajian kitab-kitab kuning, dan pengajian kitab-kitab Tarajumah.
  • Menyelenggarakan pendidikan formal berbasis lingkungan, bercorak keagamaan, umum, dan kejuruan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
  • Membangun lembaga dakwah, ekonomi, sosial dan budaya yang berwawasan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

T u j u a n

Menjadi wadah perjuangan warga Rifa’iyah dan simpatisan dalam melestarikan dakwah KH Ahmad Rifa’ie yang syamil, kamil, lugas, tegas, mudah difahami dan mudah diamalkan, menuju masyarakat Indonesia yang taat beragama, ramah, dan peduli terhadap sesama.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed