by

PEDOMAN BAHTSUL MASA’IL RIFA’IYAH

-PUSTAKA-51 views

(Keputusan Nomor : 04/Mukernas-Rifa’iyah/XII/2003)

Pendahuluan

 Pembahasan masalah “ilmu telu” (ushil, fiqh, tasawuf) di kalangan warga Rifa’iyah berkembang mulai dari pencaharian fatwa kepada para kyai dan kyai memutuskan hukumnya dalam bentuk fatwa (kebanyakan dikemukakan secara lisan) sampai kepada pencaharian ibarot yang tertuang dalam kitab-kitab karya Syaikh Ahmad Rifa’ie dan kitab-kitab madzhab sunni lainnya. Yang dimaksud dengan madzhab sunni ialah madzhab Abu Hasan Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam ilmu ushul, madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam ilmu fiqih, dan madzhab Al-Ghazali dan Al-Junaidi dalam ilmu tasawuf. Warga Rifa’iyah jazem dan selalu mengamalkan fatwa yang telah ditetapkan oleh para kyainya sekalipun bentuknya fatwa lisan. Syaikh Ahmad Rifa’ie menulis hasil-hasil kajian dalam masalah-masalah kontemporer (waqi’iyah) yang berkembang di masyarakat waktu itu dalam kitab Jam’ul Masa’il. Warga Rifa’iyah apabila menghadapi masalah diniyah selalu merujuk dan menetapkan kepatuhan hukum dari fatwa Syaikh tersebut.

Sekarang sudah lebih maju lagi, masalah-masalah agama (ilmu telu) dan masalah-masalah kemasyarakatan yang timbul di masyarakat dipecahkan secara jama’ie (kolektif) dalam forum-forum dialog yang dikenal dengan forum “bahtsul masa’il” mulai dari halaqah di masjid-masjid dan mushalla sampai ke forum-forum resmi di Musda, Mukerda, Muktamar dan mukernas. Bahkan jika dipandang sangat mendesak bahtsul masa’il diselenggarakan secara khusus, seperti pemecahan masalah foto Syaikh Ahmad Rifa’ie dan kontroversi pemahaman isi kitab “Al-Ilmu Imamul Amal” yang disusun oleh salah seorang penerus Syaikh Ahmad Rifa’ie.

DOWNLOAD

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed