by

Masa depan AMRI

 

Masa depan AMRI akan memikul beban amat berat, bila keputusan kongres, didasarkan lebih pada pertimbangan emosional dan kepentingan sesaat, tidak atas pikiran yang jernih, cerdas dan untuk waktu yang panjang.

Aku ingin menulis sedikit tentang siapa yang cocok menjadi pemimpin AMRI.

Minimal ada dua kriteria : ilmu pengetahuan dan totalitas dalam berkhidmah. Tergantung dua fondasi inilah AMRI menjadi maju/jaya atau mundur/runtuh.

Penyair Arab pra Islam menggubah puisi populer ini :

لا يصلح الناس فوضى لا سراة لهم
ولا سراة إذا جهالهم سادوا

إِذا تَوَلّــى سَـــــراةُ القَــــومِ أَمـرَهُمُ
نَما عَلى ذاك أَمــرُ القَومِ فَــازدادوا

Urusan bangsa tidak menjadi baik, manakala tak ada para bijak Bestari yang menuntun, membimbing, memberi nasehat dan menunjukkan ke jalan lurus.

Tetapi kata-kata mereka tak akan didengar dan langkah-langkah mereka tak akan diikuti, jika AMRI dipimpin orang-orang tak berpengalaman dan pengetahuan. Mereka akan disingkirkan dan dimarginalkan.

Sebaliknya. Manakala orang-orang terhormat dan para ksatria memimpin AMRI, dan mengurusinya dengan bijaksana, maka AMRI itu akan terhormat, menyebar dan berkembang.

Tetapi siapakah yang nantinya pantas menjadi pemimpin AMRI ?.

Adalah mereka yang sarat pengetahuan, membagi waktunya untuk para kader AMRI, darahnya untuk Rumah besar Rifa’iyah dan bisa menjaga kehormatan diri.

yang kepala dan dada mereka terbentang luas bagi semua orang, segala pengetahuan dan kebijaksanaan dari manapun.

Yang mengabdi dengan jujur, ugahari dan rela menanggung luka.

Yang menghimpun di dalam dirinya kepekaan nurani dan keberanian seorang ksatria.

Salam hangat, Nawa syarif

Kaderisasi dan aparatur Pimpinan Pusat AMRI.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed